Senin, 03 Oktober 2011

SKANDAL VIDEO PORNO PEJABAT TANAH BUMBU

MEDIA PUBLIK - BATULICIN. Skandal video porno yang disebut-sebut menyeret salah satu pejabat di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mulai memanaskan situasi di Kota Batulicin. Bahkan dikabarkan, kasus video porno berdurasi 6 menit 30 detik ini telah dilaporkan ke Mapolres Tanah Bumbu oleh salah satu LSM agar polisi mengusut dan menindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu.

Indikasi pelakunya adalah seorang pejabat pemkab Tanah Bumbu (Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten setempat).

Lantas, apa tanggapan dari Polres Tanah Bumbu terkait beredarnya video porno tersebut? Kapolres Tanah Bumbu AKBP Winarto melalui Kasubag Humas AKP Ana Setiani memang membenarkan adanya laporan dari salah satu LMS tersebut beberapa waktu lalu. Namun, sayangnya, LSM yang melaporkan kasus ini tidak menyertakan barang bukti.

“Mereka cuma melaporkan tapi tidak punya bukti pastinya,” kata Ana.

Karena itulah, pihaknya masih belum bisa membuktikan pemeran dalam video porno tersebut. Lantaran sampai saat ini, barang bukti berupa video porno itu belum dimiliki pihak Polres Tanah Bumbu.

“Sampai saat ini Polres Tanah Bumbu belum memiliki bukti video porno tersebut,” jelas Ana via telepon kemarin (3/10).

Namun, pihaknya sudah membentuk tim khusus pencari fakta untuk mengungkap kasus video porno itu. Dia berharap partisipasi masyarakat untuk mengungkap kasus asusila tersebut.

“Bagi masyarakat yang mempunyai bukti video porno itu beritahukan kepada kami sehingga kami bisa mengungkap siapa pemeran dalam video porno itu,” pintanya.
Saat ditanya adakah rencana Polres Tanah Bumbu untuk mendatangkan pakar telematika untuk mengungkap kebenaran video porno itu, menurut Ana masih menunggu bukti.

“Kalau ada bukti baru kami akan memanggil pakar telematika untuk mengungkap kasus video porno ini,” jelasnya.

Heboh kasus video porno di Kabupaten Tanah Bumbu ini rupanya juga didengar oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming. Namun, orang nomor satu di Pemkab Tanah Bumbu tersebut enggan mengomentari masalah yang mencoreng pemerintahannya itu. Alasannya, kasus tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian.

“Kasusnya masih ditangani pihak kepolisian, jadi saya tidak mau berkomentar terlalu jauh,” ujar Mardani, di ruang kerjanya, kemarin.

Mardani masih menunggu hasil dari pemeriksaan dari pihak kepolisian. “Nunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian dulu, kan belum terbukti kebenarannya,” kata Mardani.(TIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar