Rabu, 19 Oktober 2011

RUNTUHNYA MORALITAS MASAYARAKAT DI CHINA

MEDIA PUBLIK - GUANGZHOU. China geger oleh peristiwa yang mempertontonkan runtuhnya moralitas serta kepedulian sosial masyarakat untuk menolong sesama.

Sebuah tayangan video menunjukkan Yue Yue, anak berusia dua tahun yang menjadi korban tabrak lari, dibiarkan tanpa pertolongan satu orang pun dari 18 orang yang mengetahui kejadian ini.

Yue Yue akhirnya ditolong oleh seorang pemulung, orang ke-19 yang mengetahui kejadian ini, untuk kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit.Peristiwa ini terjadi di Kota Foshan, Guangzhou, pada Kamis (13/10).

Hingga kemarin, Yue Yue masih dirawat di unit gawat darurat rumah sakit militer setempat. Yue Yue dalam kondisi kritis setelah mengalami perdarahan yang parah. Dalam perkembangan terakhirnya,China Daily melaporkan Yue Yue telah mampu bernapas dengan bantuan alat. Namun, napasnya masih terlihat sangat lemah. Tekanan darah dan denyut nadinya telah stabil.

Dalam kesehariannya di rumah sakit,Yue Yue didampingi kedua orang tuanya.Kabar buruk yang disampaikan para dokter, syaraf otak yang mengatur gerak refleks pada Yue Yue mengalami kerusakan. Pupil matanya juga tidak mampu bereaksi ketika melihat cahaya. Kamera CCTV menunjukkan Yue Yue ditabrak sebuah mobil berwarna putih.Kemudian, bocah itu ditabrak kembali oleh mobil lainnya. Anehnya, Yue Yue justru dibiarkan oleh 18 orang yang berlalu lalang selama tujuh menit lamanya hingga akhirnya ada seorang pemulung baik hati yang memberikan pertolongan.

Tayangan itu beredar ke seluruh penjuru China.Sebagian besar warga juga mengaku heran kenapa tidak ada seorang pun yang menolong anak yang terluka parah. Itu menjadi tragedi kemanusiaan yang menusuk hati para penduduk China. Berbagai komentar publik mengecam sosok-sosok yang lewat tanpa menolong Yue Yue. ”Apa yang terjadi pada moralitas? Di mana simpati yang seharusnya dimunculkan? Bagaimana mungkin manusia bisa lebih kejam dari hewan berdarah dingin? Pertanyaan- pertanyaan ini mengapung ke ruang publik di China. Publik pun menyanjung Chen Xianmei, seorang perempuan yang setiap harinya bekerja sebagai pemulung yang akhirnya menolong Yue Yue.

Pemerintah langsung memberikan bantuan 25.000 yuan atau senilai USD3.800 (Rp33 juta) kepada Chen sebagai balas budi. ”Saya tidak berpikir apa pun saat menolong Yue. Saya hanya ingin menyelamatkan bocah itu,”kata Chen. Chen mengaku tidak akan menerima hadiah uang dari pemerintah itu. Perempuan baik hati itu membantah dirinya mencari popularitas ketika menolak hadiah tersebut.”Saya berencana mendonasikan uang itu untuk membantu biaya perawatan Yue,”katanya tulus.

Sementara ibu Yue Yue mengaku tidak mengerti sikap orang yang berlalu lalang di jalanan.Tapi,dia tetap berpikir positif. ”Apa yang dilakukan Chen merepresentasi sifat manusia yang paling baik. Dia orang paling baik di antara kita,” pujinya kepada Chen seperti dikutip CNN. Dua pengemudi yang menabrak Yue Yue berhasil diidentifikasi. Keduanya juga ditangkap polisi. Mereka telah menyatakan permintaan maaf kepada publik.Dilaporkan bahwa sopir pertama yang me-nabrak Yue Yue habis putus cinta dengan pacarnya. Saat menabrakYueYue, sopir itu sedang menelepon.

Sejak video Yue Yue disebar melalui internet,banyak pihak menyalahkan orang yang berlalu lalang di jalan itu. Di antara mereka yang membiarkan Yue Yue,ada yang beralasan ketakutan ketika melihat darah berceceran di jalanan. Dia pun tidak menolong Yue Yue. Perempuan itu percaya bahwa Yue Yue terluka akibat bermain dan tidak mengetahui bahwa dia ditabrak mobil. Seorang penjaga toko yang terlihat di video dan tidak memberikan pertolongan juga disalahkan oleh para pelanggannya akibat insiden itu.

Dalam video, pelayan itu terlihat berjalan di sekitar tokonya dan melihat Yue.Namun, penjaga toko itu mengaku tidak melihat bocah itu. ”Saya bersumpah demi Tuhan, jika saya melihat bocah itu, saya akan mati di depan muka Anda,”katanya. Seorang pengendara sepeda motor justru menghindari Yue yang sedang terluka. Dia mengaku terlalu gelap saat itu.Dia juga yakin bahwa suara tangisan itu bukan dari arah jalan, tetapi dari arah toko. Video Yue Yue ditonton jutaan orang di China.

Video itu diunggah di media sosial Youku dan diakses jutaan kali.Di situs media sosial Sina Weibo,4,5 juta status penggunanya membahas insiden Yue.Mereka membuat kampanye online”StopApatis”.(Team)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar