Rabu, 19 Oktober 2011

Janji Calon Pemimpin Semanis Madu dan Seharum Bunga Melati

MEDIA PUBLIK
MEDIA PUBLIK
Openi Oleh : Aspihani Ideris
Pemerintahan di era reformasinya ini saya nilai sangat mubajir, mengapa demikian? Hal ini banyaknya kelebihan penempatan aparat-aparat/ pegawai-pegawai pada instansi pemerintahan itu sendiri seperti di instansi pemerintah banyaknya penempatan pegawainya melebihi dari kebutuhan sehingga mereka tersebut bekerja terlalu santai di karenakan tidak ada yang dikerjakan.

Hal-hal demikian membuat pemborosan uang negara yang pendapatannya berasal dari rakyat. Seharusnya pemerintah benar-benar memperhatikan permasalan ini dengan berpedoman dengan kebutuhan yang ada agar tidak ada istilah kemubajiran.

Seharusnya pemerintah melihat dan memperhatikan banyaknya rakyat masih mendapatkan kehidupan yang tidak selayaknya, masih banyak rakyat yang berkehidupan melarat.

Tidak malukan pemimpin bangsa ini melihat rakyatnya melarat?

Janji-janji pemimpin bangsa ini diketika kampanye bak semanis madu dan seharum bunga melati, akan tetapi janji-janji itu ternyata hanya dipakai sebagai jurus-jurus untuk mencapai tahta yang di inginkannya. Diketika tahta itu tergapai, mereka sudah melupakan janji-janji itu bagaikan hilang ditelan kegelapan malam.

Seandainya pemimpin bangsa ini peduli dengan rakyatnya niscaya mereka akan mendapatkan hidup layak menuju kesejahteraan rakyat yang hakiki.

Sebenarnya keinginan rakyat itu tidak muluk-muluk, mereka hanya ingin mendapatkan hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak seperti yang terdapat didalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, benar-benar mendapatkan jaminan kesehatan masyarakat yang terdapat dalam Undan-Undang nomor 40 tahun 2004 dan mendapatkan pendidikan yang layak seperti di atur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang wajib belajar 9 tahun.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar