Jumat, 16 September 2011

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia di Periksa KPK

MEDIA PUBLIK-JAKARTA. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Michael Manufandu memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (16/9).

Dia datang untuk dimintai keterangan seputar isi tas Muhammad Nazaruddin yang ditangkap di Kolombia.

Setibanya di Gedung KPK, Manufandu hanya mengatakan kehadirannya untuk memenuhi panggilan KPK. Dia mengungkapkan hanya satu flashdisk yang ditemui di dalam tas Nazaruddin. Namun ketika ditanyai keterkaitan sejumlah flashdisk yang hilang dan isi CD, ia mengatakan tidak ada.

Sebelumnya jurnalis independen Iwan Piliang mengungkapkan jika barang bukti berupa tas berisi flashdisk dan CD yang diperlihatkan KPK kepada media memiliki keganjilan. Banyak isi data penting milik Nazaruddin yang hilang. (TIM)

TRANSAKSI MENCURIGAKAN BANGGAR DPR RI SEGERA DI BAHAS

MEDIA PUBLIK-JAKARTA. Pimpinan DPR akan membahas lebih lanjut 21 transaksi mencurigakan yang melibatkan sejumlah anggota DPR di Badan Anggaran (Banggar).
"Pimpinan Dewan akan mengadakan rapat kembali karena ini merupakan surat rahasia. Tapi kita berterima kasih kepada PPATK," jelas Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso di gedung DPR RI, Jumat (16/9/2011).

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengirimkan surat ke pimpinan DPR RI. Surat tersebut berisi sejumlah laporan transaksi keuangan yang mencurigakan yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR di Banggar. Transaksi beragam, mulai dari yang ratusan juta hingga miliaran.

Menurut Priyo surat itu diterima Ketua DPR RI Marzuki Alie pada Kamis (15/9/2011). Lalu, karena pada saat bersamaan ada rapat pimpinan maka seluruh pimpinan diberitahukan. "Saya tidak tahu waktu pasti (tanggal surat diterima, red). Karena begitu saya buka, saya langsung kaget," katanya.

Pimpinan, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang dianggap perlu. "Langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak yang nanti di pandang perlu," katanya.

Laporan 21 transaksi tersebut, nampaknya akan menjadi perhatian serius pimpinan DPR RI. Namun, hingga kini belum diketahui pihak-pihak mana saja yang terlibat. Termasuk, apakah transaksi itu terkait dua kasus besar belakangan ini yaitu Sesmenpora dan Kemenakertrans, Priyo belum bisa membocorkannya. "Untuk sementara karena belum tuntas akan kita rapatkan kembali. Tidak dipublikasikan," katanya.(Tim)

ANGGILINA SONDAKH BEBERKAN KASUS KORUPSI WISMA ATLET SEA GAMES

MEDIA PUBLIK – JAKARTA. Politikus dari Partai Demokrat angkat bicara di hadapan penyidik KPK dengan serius membeberkan sejumlah data-data serta informasi tentang kasus suap dan korupsi Wisma Atlet SEA GAMES Palembang.
Anggota Komisi X DPR RI, Angelina Sondakh akhirnya merampungkan pemeriksaan perdananya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/9).

Ia tidak mau menjelaskan keterangan apapun kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.Hanya saja, ketika ia pulang, hanya sempat mengatakan: “Saya sudah diperiksa, sudah saya ceritakan semuanya. Silahkan tanya ke KPK,” ujar Angelina singkat.

Hanya itu pernyataan yang diberikan Angelina. Walaupun, ia diberondong berbagai macam pertanyaan oleh wartawan pada saat kepulangannya tersebut. Selebihnya, ia hanya melemparkan senyum kepada para wartawan yang menunggunya sejak pagi hari.

Seperti diketahui, tersangka suap Sesmenpora, M Nazaruddin, kerap menyebut Anggelina turut terlibat dalam mensukseskan tender proyek pembangunan wisma atlet.

Selain itu, Anggelina juga kerap disebut-sebut dalam surat dakwaan Manajer PT Duta Graha Indah, M El Idris dan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang. Anggelina disebut ikut menerima sukses fea pemenangan tender PT DGI.

“Informasi yang disampaikan oleh ibu Anggilina Sondakh ini sangat membantu bagi kami untuk pengembangan penyelidikan dan pengembangan kasus suap dan korupsi Wisma Atlet SEA GAMES Palembang ini”. ungkap Johan Budi SP, juru bicara KPK, Kamis 15 September 2011 kepada Media Publik.

Johan menambahkan “Diperiksanya ibu Anggilina Sondakh selama 8 jam dari jam 09:40 sampai jam 17:40 WIB, karena nama beliau di sebut sebut Nazaruddin mantan Bendahara Umum Partai Demokrat dana 9 milliar rupiah Wisma Atlet SEA GAMES Palembang mengalir ke beliau”. katanya. (TIM)

Rabu, 14 September 2011

KPK PERIKSA ANGGOTA DPR RI DARI FRAKSI DEMOKRAT

MEDIA PUBLIK-JAKARTA - Anggota Badan Anggaran DPR RI, Angelina Sondakh, datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus korupsi.
Politikus Partai Demokrat ini diperiksa sebagai saksi atas tersangka Muhammad Nazaruddin Anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga mantan bendahara Umum partai Demokrat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang.

Angie datang sekira pukul 09.43 WIB dengan mengenakan pakaian blazer warna putih Angie turun dari mobil Toyota Harier warna hitam B 1230 SJD dikawal adik kandung Almarhum Adjie Massaid, Muji Massaid. Kamis, 15/9.

Tak sepatah kata keluar dari mulut mantan Putri Indonesia ini, dia langsung masuk kedalam Gedung KPK. Hingga kini, pemeriksaan terhadap Angie masih berlangsung.

Sebagaimana diketahui, nama Angie disebut manajer keuangan PT Grup Permai dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Yulianis menyebut Angie pernah meminta duit kepada dirinya. Selain itu, terdakwa perkara suap lainnya Mindo Rosalina Manulang menyebut Angie pernah berkomunikasi memintah 'jatah' duit.

Angie menggunakan frasa 'Apel Malang' untuk duit pecahan rupiah dan 'Apel Washington' untuk menyebut duit pecahan dolar Amerika Serikat. Soal permintaan jatah duit ini, Angie sudah berulang kali membantah. (TIM)

DROUGHT CAUSES FIRE OCCURRED IN SUMATRA ISLAND

MEDIA PUBLIK-Forest and plantation fires have intensified in recent days in southern and central Sumatra as Indonesia's dry season hits a peak, casting a blanket of haze over parts of neighbouring Malaysia and Singapore.


Singapore's daily PSI registered a reading of 66 as at 9pm last night, which is in the moderate range. This was higher than the reading of 55 (moderate) on Sunday and 41 (good) on Saturday.

The dry hazy conditions have caused some concern as Singapore gears up for the Sept 23-25 Formula One night race, and Palembang and co-host Jakarta prepare to host more than 6,000 athletes to the biennial SEA Games in November.

Malaysia has complained to Indonesia about the haze, which has caused air quality to drop in many areas.

The town of Tanjung Malim in Perak recorded the highest reading of 107 at 5pm yesterday, falling into the "unhealthy" range. Subang and Petaling Jaya had the lowest recorded visibility of 3km and 4km respectively at 4pm.

The Indonesian authorities have used cloud seeding to induce rain in a bid to cool temperatures and to prevent the fires from spreading.

The rainy season in Indonesia is not expected to start until late this month, according to weather officials.

The national disaster management agency is coordinating the efforts of the various local authorities as well as the Meteorological, Climatology and Geophysics Agency (BMKG), which are focused on South Sumatra province, about 400km away from Singapore.

On Sunday, South Sumatra was found to have 135 hot spots while Jambi province in central Sumatra had 30, BMKG data showed. The number of hot spots in West Kalimantan province has also been rising in the past week.

Jambi is the worst-hit by the haze because of its proximity to the hot spots in South Sumatra.

Last Friday, flights at its Sultan Thaha Syaifuddin airport could not take off until late afternoon because of poor visibility.

A minimum visibility level of 1.8km is required for landing and 1km for take-off, according to Mr Olan Simanjuntak, an information officer at the airport.

"We have had planes diverted to Pa-lembang airport because of the very bad haze here. Other planes were told not to fly here," said Mr Olan, who spoke to The Straits Times on the phone from Jambi.

Rain could be on the way.

"The haze is carried by the winds that are mainly northerly and north-easterly there. But now clouds have begun to form above South Sumatra, the northern part of Jambi, which according to our satellite images, have the potential to trigger rain," said Mr Kukuh Ribudiyanto, head of the extreme weather desk at BMKG.

Padang in West Sumatra province and Pekanbaru in Riau province have had intermittent rain in the past few days.

Every year, farmers and plantation companies clear their land for planting. But many of them often use the cheaper but illegal slash and burn method, which is the chief cause of haze. South Sumatra has many oil palm and rubber plantations.

Mr Mukri Priatna, head of advocacy at the Indonesian Environmental Forum (Walhi), hailed the government's ongoing efforts to put out the fires in Sumatra and Kalimantan.

"But enforcing the laws against those who are responsible for the fires is most important to putting an end to this annual fire affair. Currently, a party responsible for starting a fire could get away easily". (TIM)

Senin, 12 September 2011

DPRK Langsa Gagal Laksanakan Rapat Paripurna

MEDIA PUBLIK-LANGSA – Rapat paripurna masa persidangan III tahun sidang 2011 DPRK Langsa, dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pelaksanaan Anggaran dan Belanja Kota (APBK) Tahun 2010, Kamis (8/9) kembali gagal. Batalnya sidang rakyat itu, karena sejumlah anggota dewan yang hadir menolak sidang paripurna tersebut dipimpin oleh ketua DPRK Langsa, M Zulfri ST.

Amatan Serambi, rapat paripurna itu kemarin mulai dilaksanakan sekitar pukul 10.15 WIB. Di meja depan duduk paling ujung kiri, Wali Kota Langsa Drs Zulkifli Zainon, sisi sebelahnya Ketua DPRK Langsa, M Zulfri ST, selanjutnya, Wakil Ketua I Syahyuza Aka, dan Wakil Ketua II Ir Hidayat.

Dari ketiga kursi yang ada di depan itu masing-masing disediakan mikrofon pengeras suara. Namun untuk Ketua DPRK M Zulfri hanya disediakan kursi pendek dan tidak diberikan mikrofon pengeras suara. Kemudian ketika sidang hendak dibuka, dan staf perwakilan seketariat DPRK Langsa membacakan jumlah kehadiran anggota DPRK, yang hanya menyebutkan 24 orang dari jumlah total anggota DPRK Langsa sekitar 25 orang.

Hal tersebut langsung mendapat protes oleh anggota dewan dari Fraksi Partai Aceh (FPA), Tgk Salahuddin. Dirinya mempersoalkan dalam penyebutan kehadiran anggota dewan ini, nama ketua DPRK Langsa M Zulfri ST, tidak dibacakan. Sedangkan menurut Tgk Salahuddin, bahwa yang bersangkutan hadir dan secara aturan hingga kini masih sah menjabat sebagai Ketua DPRK Langsa.

Pertanyaan itu selanjutnya mendapat protes anggota dewan lainnya dari Partai Demokrat (PD), Ir Jony, yang mengatakan mengapa FPA kini mempersoalkan hal itu. Waktu itu ketika rapat paripurna mulai dilangsungkan tapi belum dibuka secara sah oleh dewan. Anggota dewan dari FPA, Bukhari, memerintahkan seorang anggota Satpam yang berada di dalam aula DPRK, agar memberikan mikrofon kepada Zulfri.

Selanjutnya, perdebatan di ruang sidang terus berlanjut dan mulai memuncul interupsi-interupsi anggota dewan lainnya, yang intinya tetap mempersoalkan rapat paripurna tersebut tidak boleh dipimpin oleh ketua DPRK, M Zulfri.

Selanjutnya, Wakil ketua II, Hidayat, yang memberikan komentarnya juga ikut menjelaskan bahwa apabila sidang dipimpin, M Zulfri, maka sidang tersebut akan cacat hukum. Kemudian salah seorang anggota dewan lainnya dari PKS, Ridhwan, menambahkan bahwa pimpinan sidang dalam hal ini Wakil Ketua DPRK juga cacat hukum, jika tanpa persetujuan ketua DPRK.

Namun sidang akan sah dilaksanakan terkecuali ketua DPRK mememeritahkan atau menyerahkan hal tersebut untuk dipimpin kepada Wakil Ketua DPRK. Kemudian menurutnya, agar tidak menganggu jalannya rapat paripurna, alangkah baiknya persoalan tersebut dibahas di luar sidang.

Pada saat itu ketua DPRK M Zulfri, walaupun terus mendapat protes anggota dewan dari partai nasional (Parnas), akhirnya sempat berbicara dan mengatakan secara tegas bahwa hingga hari ini dirinya secara sah masih menjabat ketua DPRK maupun anggota dewan. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB anggota dewan dari PD, Jony, yang tampak emosi memilih keluar dari rapat paripurna tersebut.

Akhirnya sekitar pukul 11.10 WIB siang, Wakil Ketua DPRK Kota Langsa, Syahruza Aka mensekor sidang. Hal tersebut mendapat protes anggota dewan lainnya, yang mengatakan bahwa hingga saat itu sebenarnya sidang belum di buka, jadi tak layak apabila sidang dikatakan disekor.

Perdebatan antara Ketua DPRK dengan sejumlah anggota dewan berlanjut dan saling bantah-membantah. Ketika rapat tersebut bubar tanpa keputusan, mendadak salah serang undangan yakni Direktur LBH Bening, Syukri Asma, yang merasa kesal atas perilaku dewan melontarkan kata-kata bahwa anggota dewan seperti anak-anak, setiap kali sidang hanya bisa ‘bertengkar.’ Seharusnya mereka memikirkan nasib rakyat. Tertundanya rapat paripurna tersebut adalah yang ketiga kali, setelah dua kali sebelumnya sidang tersebut sempat ricuh dan Ketua DPRK Langsa, M Zulfri, dikeluarkan secara paksa oleh pihak security.(TIM)

Rabu, 07 September 2011

Rusaknya Disiplin Dalam Segala Bidang Merupakan Ciri Khas Kelemahan Manusia


MEDIA PUBLIK
Oleh : H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Penulis tersentak setelah mengetahui melalui berita dari Kompas beberapa waktu yang lalu, bahwa kebanyakan dari Penyelenggara Negara tidak mengindahkan sama sekali pengisian formulir yang menyangkut kekayaan Pribadi, yang dikirim oleh Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara. Alasan untuk tidak mengembalikan berlindung kepada dalih kurang memahami, kebingungan serta tanggapan sepi mengenai batas waktu pengembalian formulir tersebut kepada KPKPN.


Kita telah menyepakati bersama, bahwa pemerintahan, setelah peralihan kekuasan memerintah, haruslah berbeda dalam sifat dan caranya oleh mereka yang justru pada permulaan dipercayai oleh masyarakat (rakyat), menyelesaikan kemelut yang terjadi antara yang jujur, masih setengah jujur dan yang tidak jujur dari unsur-unsur orde baru yang sudah basi.


Pengaruh yang demikian mendalam dari rezim otoriter, telah menimbulkan gejala seperti kuda terlepas dari kandangnya. Muncullah berbagai bentuk gagasan dari mereka yang tidak mendapatkan kesempatan pada saat rejim itu, baik yang berkonotasi negatif maupun yang positif, untuk mengemukakan pendapat, sehingga terjadi kesimpang-siuaran usulan dan gagasan, mana yang relevan dan yang mana yang tidak relevan. Hal semacam itu timbul dari jiwa yang tadinya terjajah oleh perasaan ketakutan, dongkol, dendam, tidak kuasa dan putus asa.


Rakyat menginginkan benar (desperately), bahwa para pengelola negara menginsyafi diri, bahwa hanya dengan suatu kedisiplinan, kesabaran tapi tegas serta jiwa jujur, kita akan pasti mampu menyelesaikan masalah apapun. Kalau tidak dimulai dari sifat itu, maka niscaya tidak akan terdapat suatu penglihatan yang meluas dan mendalam mengenai penyebab dari terjadinya masalah-masalah. Penyebab Utamanya adalah Mutu Jiw.


Masalah yang tadinya hanya lokal saja, bisa merembet menjadi luas sekali, karena penyelesaiannya tidak tuntas. Buntut permasalahan yang ditimbulkan karena kurang fokus pada kejadiannya akan menambah lagi penumpukan dari yang tak selesai menjadi problem baru yang akan kait mengkait dengan yang lama. Seperti itulah jebakan yang dihadapi oleh mereka yang tidak mewaspadai cara-cara pemecahan persoalan. Lagi pula karena tidak serius berpijak pada kepentingan Nasional. Yang dipentingkan adalah 'Diri Sendiri' beserta 'Kelompok'-nya.


Ingin merubah diri supaya menjadi manusia yang se-utuhnya dan berguna bagi bangsa dan negara dengan suatu pengelolaan diri yang mempunyai dasar kokoh menegakkan kebenaran secara nasional, merupakan unsur 'utama' dari seorang pemimpin penyelenggara negara. Hal seperti itu harus menjadi pondasi pendidikan khusus yang mulai saat ini harus direnungkan, dilaksanakan dan diperhatikan melalui suatu lembaga yang tepat dan berorientasi hanya kearah kenegarawanan dari seorang yang telah dididik khusus untuk itu.


Kita mempunyai Lembaga seperti itu, yang dinamakan 'Lemhanas', dan oleh Bung Karno memang diinsepsikan guna 'mengisi' para penerus 'Penyelenggara Negara' dengan jiwa positif yang dapat  mempengaruhkan kemampuannya kepada lingkungan sesama penyelenggara. Didalam rejim otoriter telah dibelokkan kearah yang tidak tepat dan 'negatif'. Bung Karno pernah berkata: “Saya tidak memerlukan orang-orang yang intelektual, dengan jiwa yang dirong-rong oleh hal-hal yang negatif”. Beliau telah mengetahui dari deteksi subyektifnya, bahwa banyak orang yang mengelilingi dirinya sudah mulai tidak bersih lagi.


Bung Karno pernah memberikan instruksi kepada para penyelenggara negara untuk 'Menempatkan kepentingan Nasional diatas kepentingan golongan'. Kemudian memperkokoh persatuan Nasional serta mempertinggi kewaspadaan dan kesiap-siagaannya serta meresapkannya kedalam pengelolaan jiwa yang akan memberikan tindakan-tindakan yang sesuai dengan maksud tersebut.


Para penyelenggara negara yang kini berkecimpung di MPR, DPR dan DPRD sudah tidak terisi dengan gagasan serta pelajaran-pelajaran Bung Karno itu lagi. Mereka telah kehilangan kekuatan dirinya dan selalu ingin mengadakan intervensi dengan 'senjata intimidasi', apapun bentuknya. Percaya Diri  dengan mutu 'optimal positif' serta mempunyai kemampuan subyektif untuk menetralisir gejala negatif apapun yang melanda, baik mental ini yang paling utama dan fisik yang dikelola oleh pencetusan mental, merupakan unsur yang sangat dibutuhkan pada masa kini, tanpa mana segala sesuatu akan berjalan secara bertele-tele dan ter-umbang-ambing.


Kini, tak seorang pemimpin pun yang dekat dengan rakyatnya. Kedekatan itu diwujudkan melalui materi yang disebut 'Uang', yang merusak mental orang karena segala sesuatu telah dibiasakan berjalan seperti itu. Semangat tanpa prihatin sudah sirna sama sekali dan juga sulit untuk ditanamkan kembali karena kesuburan jiwa dalam kedisiplinan serta kejujuran tidak se-tinggi lagi pada zamannya revolusi untuk menghalau penjajah.


Terbukti bahwa kelemahan manusia yang didengungkan dimana-mana tidak lagi mengena pada jiwa saat ini untuk diwaspadai dan diperbaiki dalam mengisi perjalanan hidup yang seharusnya menuju kepada kesempurnaan. Yang dikatakan sempurna itu adalah, bila segala sesuatu dapat berjalan 'mulus' secara positif tanpa ada hadangan apapun. Manusia belajar dari masukan-masukan yang dibawakan oleh lingkungan dari berbagai penjuru, demikian banyak variasinya yang membingungkan.


Kemudian ingin mencari kemajuan dan mengungkapkan kekuranganya itu secara tidak jujur. Oleh pihak lain, hal itu dengan  mudah dapat dimanipulasi dengan memberikan iming-iming yang memenuhi kehausan untuk meningkatkan kekurangan material- dan kepuasanya itu. Seorang yang kurang waspada, apalagi tidak mempunyai firasat yang dapat diandalkan, sudah pasti akan terjebak dalam banyaknya variasi yang diberikan dari adanya masukan-masukan yang belum tentu dapat berguna bagi pengembangannya yang optimal. Karena gejala-gejala itulah, maka kita sering mencari-cari pendapat dari orang lain dengan cara obyektif, untuk memenuhi kepuasan bagi kemantapan mendapatkan sesuatu yang berguna baginya.


Membiasakan rasa disiplin dan jujur dalam diri kita, memang merupakan sesuatu yang tidak mudah, bila lingkungan kita tidak mendukung dalam hal ini. Kita sering dihadapkan pada peristiwa seperti itu, yang akhirnya memberikan kita suatu kenyataan yang melemahkan jiwa, bahwa disiplin itu tidak perlu diambil serius, karena tidak diperlihatkan oleh lingkungan penyelenggara negara dalam hal itu, apalagi yang diharapkan memberikan contoh, juga tidak serius menanggapinya. Ini terutama terjadi pada Penegaan Hukum.


Manusia memang hidup didalam kelemahan dan sangat tergantung dari pendapat umum yang pada saat tertentu memang dapat diandalkan, tetapi ada yang sebenarnya telah menyimpang dan karena kebanyakan manusia mempercayainya, baik itu dengan- ataupun tanpa paksaan. Mempunyai suatu pendirian sendiri atau juga dkenal sebagai prinsip, harus diteliti terlebih dahulu mengenai inti serta mutunya. Bila terjadi pengelolaan prinsip yang tidak sesuai dengan HTBA, maka prinsip seperti itu harus dihilangkan dengan segera, karena dapat mengakibatkan orang yang berprinsip seperti itu, akan mengalami banyak stres dan menimbulkan penyakit fisik atau 'Psychosimatical Disease'.


Batas-batas kewajaran pun pada saat ini, tidak memberikan pedoman-pedoman yang dapat diandalkan, sering kedapatan tidak sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang didasari oleh kejujuran dan kedisiplinan. Dalam hal itu janganlah kita tergiur untuk melaksanakan suatu kebiasaan dengan cara analisa disertai perhitungan, tapi turutilah hati nurani yang ditimbulkan oleh intuisi. Hal terakhir disebut itu memang harus dimulai dengan membiasakan untuk mendengar suara hati nurani, karena itu merupakan fenomena subyektif dan bukan obyektif.


Perhatikanlah diri sendiri dengan seksama, akuilah segala kekurangan-kekurangan yang berada dalam diri sendiri yang berkonotasi negatif dan Anda dengan demikian telah memulai dengan pembangunan jiwa positif. Ungkapkanlah hal itu melalui suatu penggambaran tindakan-tindakan masa lalu yang negatif dan pernah dialami, yang kemudian dituangkan kedalam catatan tertulis. Ini merupakan pembersihan Jiwa.


Para pembaca sudah tentu belum mengerti, bahwa efek yang ditimbulkan dengan tindakan seperti itu akan memberikan dampak yang positif pada jiwa Anda. Jangan menimbulkan ke-engganan atau ketakutan bahwa apa yang telah dituangkan secara tertuilis itu akan diketahui oleh orang lain. Simpanlah catatan-catatan itu dengan baik, karena merupakan rahasia pengelolaan Anda. Tidak ada gunanya untuk dibaca oleh orang lain, karena akan menimbulkan gejolak emosi yang tak terkendali. Hal penuangan tertulis itu, pasti akan menghapus beban negatif dari pengelolaan nirsadar.


Bila Anda suatu ketika akan memutuskan untuk belajar System Silva, maka tindakan Anda itu akan membawakan keringanan dalam mengikuti bimbingan-bimbingan saat nanti. Untuk itu diperlukan suatu motivasi yang tinggi untuk benar-benar menginginkan merubah sifat dan perilaku Anda yang negatif dengan serius. Demikian kenyataan-kenyataan yang telah terjadi pada para alumni setelah mengelola diri dengan teknik-teknik System Silva beserta pelaksanaan prakteknya.


Hanya berdo'a  saja merupakan mempersilahkan YME bekerja untuk kita yang memperlihatkan kita tidak ingin menggunakan 'Kemampuan  Sempurna' yang telah di-'Anugerahkan' oleh-NYA kepada Ciptaanya. YME telah memberikan kemampuan sempurna kepada makhluk manusia, mengapa tidak dipergunakan? Sudah ditemukan tapi belum juga percaya bahwa hal itu 'Bekerja' dengan tuntas atau signifikan! Itulah penyebab Utama kita terjebak dalam masalah berkelebihan, bukan demikian kenyataanya???***